Desa Kiantar Akan Didarati Jet.

Taufik : “Saya Salut Langkah Bupati KSB Bangun Bandara Di Kecamatan Poto Tano”

Sumbawa Barat, CDN- Baru-baru ini Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM. telah mengeluarkan statemen bahwa akan membangun bandar udara (bandara) di wilayah Kecamatan Poto Tano tepatnya di Desa Kiantar.

Usai menghadiri kegiatan RKPD Tahun 2022 di Gedung Graha Bukit Bintang, Kecamatan Taliwang, H. W Musyafirin akan melakukan pembebasan lahan sekitar 100 hektar di Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano.

Atas pernyataan itu, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus Ketua Fraksi PKS, Taufiqurrahman menegaskan akan mendukung sepenuhnya langkah cemerlang itu.

Anggota DPRD Sekaligus Ketua Fraksi PKS KSB, Taufiqurrahman

Kepada media ini, Jum’at siang (02/04/2021), Taufiq menjelaskan bahwa wilayah Poto Tano memang sangat strategis untuk dijadikan sebagai pusat transportasi daerah.

“Kehadiran bandara itu nantinya akan mengonektifitaskan antara jalur darat, laut dan udara. Terpusatnya sarana dan prasarana transportasi akan membawa multi efek yang positif bagi wilayah Poto Tano dan membuat daerah menjadi lebih terbuka dan modern”, pungkasnya.

Baca Juga  Distan Dorong Agar KSB Dapat Berswasembada Telur

Baru-baru ini diketahui bahwa pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat telah meresmikan dermaga rakyat di Potot Tano, dermaga yang dinamakan F3 itu diresmikan langsung oleh H. W Musyafirin. Memang dampak keberadaan dermaga rakyat itu belum sepenuhnya memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat, hal itu dikarenakan mungkin masih ada beberapa administrasi yang terhambat akibat pandemi covid-19 ini, lanjut Taufik. Namun setidaknya aset itu kedepannya akan menjadi bermanfaat seiring dengan berakhirnya pandemi ini. Masyarakat luas juga menilai bahwa KSB telah siap menjadi daerah terbuka dan berhasil mengeluarkan diri dari isolasi.

Taufik menginginkan Poto Tano menjadi daerah Agroindustri dan akan menjadi kota yang menerapkan manajemen ekonomi kawasan berbasis pertanian atau Agropolitan.

“Dengan dibangunnya bandara di Poto Tano itu akan membawa investor untuk berinvestasi di KSB, jarak dan sarana udara akhir-akhir ini menjadi syarat dan tuntutan para investor untuk berinvestasi. Ketika berbicara investor, maka mereka pada umumnya berbicara berapa jam dari mataram dan apakah ada bandara disana. Itu adalah masalah kita saat ini, maka dengan adanya statemen itu maka problematika itu akan segera terjawabkan”, beber Taufik.

Baca Juga  Masyarakat Meraran Kompak Dukung Pasangan Firin-Fud

Secara khusus Taufiqurrahman menjelaskan bahwa pembangunan bandara di Desa Kiantar akan berdampak bagi pembangunan pabrik-pabrik besar dibidang pertanian. “Wilayah Poto Tano adalah salah satu wilayah yang memiliki areal lahan pertanian yang begitu luas, potensi jagung sangat besar disana, saat ini petani masih menjual hasil panen jagungnya dalam bentuk mentah. Nah ketika bandara itu terealisasi, maka investor akan membangun pabrik pengolahan jagung dan itu membuat perekonomian petani di KSB akan tumbuh pesat. Inilah multi efek yang kita harapkan, kita tidak lagi menjual barang mentah namun kita akan mengekspor bahan jadi keluar daerah. Barang mentah dan bahan sudah jadi tentu beda harganya”, ucap Taufik

Diakhir wawancaranya, Taufik berharap langkah cemerlang dari Bupati Sumbawa Barat ini mulus dan tidak terhambat oleh hal-hal yang tidak perlu. Ia menghimbau kepada masyarakat wilayah Kecamatan Poto Tano untuk ikut menyukseskan keinginan dari orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa Barat tersebut. “Ini adalah kabar baik, ini adalah pemikiran cemerlang dan kesempatan itu tidak datang 2 kali”, tutup Taufiqurrahman.

Baca Juga  Kampanye Di Lingkungan Sebok, Warga Gelar Red Carpet Untuk HW Musyafirin.
Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, MM

Sebelum berita ini diturunkan, Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM. telah memerintahkan instansi terkait menyusun dokument termasuk RIB. Kemudian segera melakukan sosialisasi hingga ke KJPP.

“Mulai hari ini dan seterusnya, kami akan lakukan pembebasan lahan untuk didarati pesawat seperti Jet. Runwaynya kurang lebih 2,1 kilo”, ungkap Bupati. (cdn.wan)