Mansyur AP Tokoh Tegas Mutiara Dari Desa Meraran

Sumbawa Barat, CDN- Mansyur AP adalah salah satu tokoh yang cukup dikenal pada masanya. Ia adalah multitalenta yang dimiliki oleh Desa Meraran, Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat.

Ia dilahirkan di Desa Meraran pada tanggal 12 Agustus tahun 1951, dari pasangan H. Badaruddin (alm) dan Gebak (alm). Mansyur AP adalah anak pertama dari pasangan ini. Mungkin karena anak pertama dan didikan yang keras membuat ia dikenal tegas dan kuat pendiriannya. Dalam bukunya, tidak ada yang tidak mungkin selama itu benar dan demi kemaslahatan. Untuk diketahui bahwa H. Badaruddin yang merupakan ayah dari Mansyur AP pada masanya pernah menjabat sebagai kepala desa. Jadi seni pemerintahan dan cara melayani rakyat sudah tidak asing bagi Mansyur AP, ini menjadi modal baginya di masa-masa yang akan datang.

Sebelum masuk kedunia politik praktis, Mansyur AP adalah orang yang sukses dibidang bisnis, ia merintis karier dibidang jasa dengan memulai mengirimkan jasa tenaga kerja wanita (TKW) sebutan waktu itu. Waktu itu, dia adalah salah satu pegawai dari PT Abul Pratama Jaya (APJ) yang kemudian nama APJ diabadikan olehnya menjadi nama orkesnya sebelum akhirnya diubah menjadi Citra Big Band oleh anaknya Kuspiadi.

Karena dedikasi, ketegasan serta kejujurannya, PT APJ berhasil menjadi perusahaan besar dibidangnya. Mansyur AP pun dipercayakan menduduki posisi strategis dalam mengambil keputusan di perusahaan. Selain itu, karena track recordnya yang bagus tanpa celah, masyarakat Desa Meraran memintanya untuk memimpin Desa Meraran (Kepala Desa) 5 tahun kedepan. Mulailah ia bergelut di dunia politik yang penuh dengan seni, lika-liku dan intrik.

Sebenarnya ia tidak terlalu asing degan dunia politik, karena sebelumnya ia pernah bergelut di pemerintahan desa. Ditambah oleh ayahnya almarhum H. Badaruddin pernah menjabat sebagai Kepala Desa Meraran.

Memoriam H. Badaruddin (Alm), Ayah Dari Mansyur AP sedang berpidato.

Proses pemilihan kepala desapun berlangsung, dia berhadapan dengan dua tokoh lainnya dari Desa Meraran dan hasilnya sudah diketahui. Mansyur AP menang telak mengungguli kandidat lainnya. Mulailah ia memangku jabatan kepala desa.

Baca Juga  Komisi III DPRD KSB Simpulkan Sebab Kelangkaan Debit Air Tiu Nisung

Selama ia menjabat sebagai kepala desa, banyak torehan dan buah tangan yang dipersembahkan untuk masyarakat Desa Meraran hingga saat ini. Dari segi birokrasi pemerintahan, aparatur desa sangat diperhatikan kesejahteraannya. Para bawahannya dari tingkat RT hingga sekretaris desa lebih bermartabat. Tidak ada keluhan sedikitpun. Dari segi pembangunan, hasilnya sangat kelihatan. Padahal waktu itu kita mengetahui bahwa belum ada dana dari pusat untuk desa seperti saat ini. Karena sudah berpengalaman dan pergaulannya luas, ia berhasil membangun infrastruktur Desa Meraran, mulai dari normalisasi sungai yang sangat parah waktu itu hingga membangun jembatan penghubung antara areal persawan dengan pemukiman warga. Waktu itu, sebelum ia menjabat, masyarakat masih menggunakan jembatan dari bambu untuk menyebrang dari desa menuju sawahnya. Kini jembatan yang dibangunnya masih utuh seperti saat awal dibangun.

Kemudian, tebing-tebing sungai diperkuat dan dipertinggi. Waktu itu air bah yang begitu besar telah masuk ke areal persawahan dan membuat petak-petak sawah warga berubah menjadi sungai. Tebing sungai bocor dan hanya diperkuat dengan tumpukan pasir yang dimasukkan dalam karung. Pembuatannya swadaya masyarakat secara gotong royong dan membuat pasung dari bambu sebagai penahannya.

Ia berfikir keras dan berjuang mengatasi permasalahan itu, alhasil ia berhasil menurunkan alat berat untuk melakukan normalisasi sungai dari hilir hingga hulu. Petani Desa Meraran merdeka dan areal sawah yang dulunya menjadi aliran sungai secara berangsur-angsur kembali bisa dimanfaatkan sebagaimana fungsinya.

Mansyur AP pun berhasil membuat jalan lingkar yang mengelilingi Desa Meraran, pandangannya waktu itu begitu luas, ia menatap untuk pembangunan meraran 10 hingga 20 tahun kedepan. Pembangunan jalan lingkar itu juga diikuti dengan membangun beberapa jembatan limpas. Embung desapun direhab sehingga bisa menyelamatkan masyarakat dari bencana banjir. Embung itu dibangun untuk menahan air yang cukup deras dari pegunungan, airnya akan menghujam langsung pemukiman warga ketika musim hujan tiba.

Baca Juga  Musrenbang Kecamatan Sukses Digelar, Mars :"Masyarakat KSB Aktif Dalam Perencanaan"
Foto Bapak Mansyur AP didampingi Oleh Istri Tercinta, Yang Setia Mendampinginya Dari Merintis Hingga Menuju Tangga Kesuksesan.

Masjid Baiturrahmanpun direnopasi dan dibangun ulang pada masanya. Masjid yang sederhana diubah menjadi masjid yang modern dan mencerminkan kebudayaan masyarakat Desa Meraran yang tinggi. Proses pembangunan Masjid Baiturrahman cukup lama dan ketika ia berhenti menjadi kepala desapun ia masih dipercayakan sebagai panitia pembangunan masjid tersebut. Lambat laun masjid yang megah itu berdiri. Capaian itu berkat tangan dinginnya, ketegasannya serta budaya gotong royong yang masih kuat dimasanya.

Mansyur AP juga orang yang berjasa dalam menata areal pemukiman Desa Meraran, program ini biasa dikenal dengan pemugaran. Tata Desa Meraran waktu itu semberaut, tata letak rumah warga tidak teratur. Setelah dipugar dan dibenah, terciptalah tata desa yang ada seperti saat ini. Pekerjaan ini sangatlah berat namun ditangannya dan beberapa tokoh masyarakat lainnya, program pemugaran berhasil dilaksanakan.

Dibidang olahraga, Mansyur AP sangat mensuport para pemuda untuk mengembangkan bakatnya, dimasanya menjabat kepala desa, lapangan Sepak Bola Desa Meraran diperbagus dengan meratakan permukaannya dengan eksapator. Di pinggir lapangan, iapun membuat panggung yang dipergunakan oleh masyarakat melaksanakan hajatan perkawinan dan acara-acara resmi lainnya. Sepak bola Desa Meraran mencapai titik kejayaan dimasanya. Club bola kebanggaan masyarakat Desa Meraran (Lotus namanya) cukup disegani. Dari baju bola hingga pelatih ternama didatangkan. selain itu, untuk memperkuat lini serang, Mansyur AP tidak segan-segan membayar pemain ternama untuk memperkuat Lotus. Hasilnya, berbagai kejuaraan berhasil dimenangkan oleh Lotus tersebut. Mansyur AP dulunya adalah pemain sepak bola, dan mempunyai nama. Jadi tidak heran ia sangat mensuport kegiatan sepakbola dan olahraga jenis lainnya.

Karier politiknya terus meroket setelah ia dipercayakan menjadi salah satu personil dalam pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat. Ia pernah menjabat sebagai Bendahara di Komite Pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat yang diketuai oleh Mantan Bupati Dua periode, DR, KH. Zulkifli Muhadli, SH., MM. Mansyur AP dikenal loyal dan tidak segan-segan membantu sesama, apalagi ini dalam rangka membentuk Kabupaten Sumbawa Barat. Kemanapun tim KPKSB berangkat ia tetap ikut. Alhasil niatannya bersama tim KPKSB membuahkan hasil, Kabupaten Sumbawa Barat dengan motto ‘Pariri Lema Bariri’ terbentuk.

Baca Juga  Komisi VI DPR RI Kunker Ke NTB, Gubernur Sampaikan Resep Aman Berinvestasi

Tidak sampai disitu, dalam masa konstalasi politik yaitu memilih kepala daerah, ia cukup gigih dalam berjuang memenangkan DR. KH. Zulkifli Muhadli, SH., MM. selama dua periode, Mansyur AP berhasil dan berperan diwilayahnya memenangkan DR. KH. Zulkifli Muhadli. Namun dibalik itu, karena sifatnya yang keras dan memang dari latar belakang keluarga yang cukup mampu dan menunjung tinggi nilai ‘nonyaman rasa’ dan ‘ila’. Ia tidak pernah meminta imbal balik dari perjuangannya. Ia lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.

Itulah sekelumit kisah singkat dari perjalanan hidup dan karier seorang Mansyur AP. Sosok tegas, dermawan dan tidak mengenal bahasa neko-neko. Dalam hidupnya, tidak ada yang tidak mungkin selama itu untuk kepentingan umum. Ia adalah orang pertama dan akan bersuara lantang menolak jika kebijakan itu akan membawa kemudaratan. Mansyur AP adalah sosok yang dikagumi sekaligus menjadi hambatan bagi lawan-lawannya. Ia adalah kebanggaan keluarga H. Badaruddin dan tetap menjadi inspirasi anak dan keluarganya hingga saat ini.

Kini ia telah meninggalkan hiruk pikuk dunia politik. Namun saran dan masukannya tetap menjadi petuah dalam keluarga H. Badaruddin. Masa tuanya diisi dengan istirahat dan berkumpul dengan anak, cucu dan keluarganya. Dibalik itu, karena memang usianya tidak mudah dan sekuat dulu lagi, iapun kini tengah terbaring di Rumah Sakit RSUD Asy-Syifa melawan penyakit yang cukup lama dideritanya. (cdn.wan)