Bupati Satukan Persepsi Warga Dusun Rarak Tentang Arah Kiblat

Brang Rea, centralditanews- Masyarakat Dusun Rarak, Desa Rarak Ronges, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat-NTB, beberapa bulan ini kisruh mengenai arah kiblat. Dusun Rarak memiliki dua buah masjid, masjid lama dan masjid yang baru dibangun. Kedua masjid tersebut tidak searah kiblatnya padahal masih dalam satu wilayah.

Permasalahan itu akhirnya sampai ditelinga orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM. Akhirnya permasalahan itu diselesaikan dengan cara sholat berjamaah di masjid baru Dusun Rarak, Senin malam (10/02/2020).

Seperti apa yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol KSB, Ir. Andul Muis, pada media centralditanews, Selasa (11/02/2020), diruang kerjanya, pada kesempatan itu Bupati Sumbawa Barat yang akrab disapa H. Firin menekankan pada syariah yang baik yaitu kebersamaan, persaudaraan, sholat berjamaah dalam satu rumah ibadah.

Baca Juga  Jafar Yusuf : "Program BAZNAS KSB Didukung Penuh Oleh Kepala Daerah"

Bupati juga mengajak warga untuk tidak terjebak dalam permasalahn kecil seperti permasalahan kiblat. Sebab permasalahan ini bisa menjadi bibit masalah yang menjalar pada generasi mendatang. Warga yang biasa sholat di masjid lama untuk bisa sholat berjamaah di masjid baru. Kemudian masjid lama dimanfaatkan sebagai tempat mengaji dan menghafal ayat suci Al-qur’an. Masjid yang baru dibangun telah disesuaikan dengan arah kiblat dengan menggunakan tehknologi yang akurat.

Apa yang disampaikan Bupati Sumbawa Barat kembali diperkuat oleh K.H. Syamsul Ismain, L.C. menurutnya, ada dua hak yang perlu diketahui oleh umat islam, pertama sholat tepat pada waktunya dan kedua arah sholat menghadap kiblat yakni Ka’bah di Masjidil Haram.

Baca Juga  TMMD Ke-108, Pangdam IX Udayana Salut Dukungan Pemkab KSB

“Terkait arah kiblat, maka harus disesuaikan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Masjid lama arah kiblatnya belum menggunakan tehknologi yaitu kompas. Sementara masjid baru tekah menggunakan alat itu sehingga akurasinya bisa dipertanggungjawabkan. Kedepan tidak perlu ada perdebatan lagi, masyarakat haris sholat berjamaah dimasjid baru”, Ujar K.H. Syamsul dalam ceramah agamanya.

Ceramah Agama Yang Disampaikan Oleh Ketua MUI KSB. K.H. Syamsul Ismain, L.C.

Dalam acara silaturrahi di Dusun Rarak tepatnya di Masjid Nurul Huda tersebut Bupati didampingi oleh Sekda Sumbawa Barat, Abdul Azis, SH., MH. Anggota Forkopimda, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Ny. Hj. Hanifa Musyafirin, S.Pt. kepala OPD dan jajarannya.

Baca Juga  Syarif Pasha : "Sumbawa Barat Kabupaten Luar Biasa, Sejengkal Tanah Dari Syurga"

Acara dimulai dari ceramah agama oleh ketua MUI KSB, Syamsul Ismain, L.C., sambutan Bupati, Sholat Isya Berjamaah dan ditutup dengan makan malam bersama masyarakat di masjid lama. (cdn.wan)